Jumat, 18 Juli 2014

Sekedar ungkapan

Haii!! Akhirnya sempet juga buat nulis :D seneng deh rasanya apalagi sekarang weekend, jadi tambah semangat buat nulis. Tapi, sekarang gue lagi ikutan lomba nih guyss :D lomba menulis gitu.. doain ya biar I'M THE WINNER!! Aminn ... sebenernya gue baru aja masuk ke dalam dunia jurnalistik, itu juga karena terinspirasi dari someone. Someone kali ini bukan orang biasa, dan menurut gue, dia itu super duper HEROID! Someone ini, bukan dari kalangan artis atau seniman. Tapi, someone yang ini adalah seorang guru di sekolah gue tepatnya di MTSN 33 JAKARTA.

Someone ini namanya pak Asep Mulyana, gue biasa manggil dengan sebutan pak Asep. Beliau adalah tokoh yang sangat menginspirasikan gue dan semua murid - muridnya. Karena dia, gue bisa jadi seperti yang sekarang ini. Karena dia, gue bisa mengenal lebih jauh tentang dunia jurnalistik. Dan karena dia, gue bisa semangat untuk nulis dan terus nulis. Beliau orangnya baik, humoris, sedikit lebay (maaf ya pak Hehe), dan tentu dia orangnya penyabar. Saking sabarnya, dia ga pernah marah meskipun dalam rapat osis masih ada aja yang berisik. Dengan sifatnya yang Humoris, anak - anak yang susah diatur pun bisa terdiam dengan candaan yang dilanturkan pak asep.

Tapi, keadaan berubah saat dimana hari berakhirnya masa jabatan beliau menjadi pembina osis. Keadaan menjadi lebih haru. Bait demi bait puisi dibacakan oleh salah satu anggota osis di saat itu. Isak tangispun menghiasi seluruh ruangan, Sedih banget rasanya. Semua anak - anak osis udah sreg banget sama pak asep, tapi kenapa harus ada yang namanya pergantian pembina osis!.

Beradaptasi sama orang yang baru itu rasanya susah banget. Susahnya seperti mencari jarum dalam jerami. Semua anggota osis sayang banget sama beliau, bahkan udah kaya orang tua kami sendiri. Bayangin aja, rasanya ditinggal orang tua yang sangat kita sayang... pasti sedih banget! Iya sama kaya yang gue dan temen - temen gue rasain. Kenang - kenangan bersama beliau itu banyak banget, dan semua itu bahkan ga bisa dilupain sama sekali. Mulai dari acara - acara kecil sampai di puncak pun selalu kita inget.

Ngomongin soal harapan, harapan gue sih yaitu bisa mendapat pengganti pembina osis yang sikapnya persis sama pak asep. Sebenernya semua anggota osis pasti juga mengharapkan apa yang gue harapkan. Dan semoga beliau bisa baca tulisan gue saat ini. Amin...

MOS


assalamualaikum akhi dan ukhti :D
Sekian berbulan - bulan saya gak nge-post, akhirnya sempet juga. Kali ini saya mau mempost tentang MOS ( Masa Orientasi Siswa). Apa sih yang terlintas di pikiran ukhti dan akhi ketika mendengar kata MOS? Yapp! mos itu adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menguji mental, kedisiplinan, dan mempererat tali persaudaraan.

Bagi akhi dan ukhti pasti pernah dong ngerasain masa - masa MOS? Kalo saya sih baru pertama kali ngerasain yang namanya MOS karena aku baru aja menjadi siswa di tingkat Junior high school (JHS / SMP) lebih tepatnya di MTS Negeri 33 jakarta. Emang sih yang namanya MOS itu butuh perjuangan. Bukan cuma untuk siswa nya, tapi juga untuk kakak - kakak senior (OSIS) yang harus sabar menghadapi prilaku peserta MOS, begitupun guru - guru yang harus memantau dan mengawasi semua kegiatan MOS yang diselenggarakan dari hari pertama sampai berakhirnya acara tersebut.

di berbagai sekolah tingkat SMP, SMA, maupun perguruan tinggi seringkali ada yang tidak mencantumkan sebuah makna MOS itu sendiri kedalam kegiatan MOS tersebut. Pernah kan akhi dan ukhti melihat di sekolah- sekolah lain kalo kegiatan mos biasa dilakukan untuk menjaili peserta mos? Pasti sering ya! Sebenarnya kegiatan menjaili itu tidak bagus friend. Selain menimbulkan dendam bagi peserta mos, hal ini juga tidak berguna. Kan lebih baik kalo kegiatan mos diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, misalkan menghafal surah - surah al-quran.

Sempat saya mewawancarai salah satu peserta MOS berinisialkan FA. Saat saya mengajukan pertanyaan tentang MOS seharusnya seperti apa, berikut pengakuannya.
"Sebenernya sih menurut aku, MOS tuh lebih enak dilakuin kalo tidak ada tradisi mengerjai peserta MOS nya". Sedikit pengakuan narasumber.
Kemudian saya mengajukan pertanyaan selanjutnya tentang suka dan duka yang dialaminya saat penyelenggaraan MOS, narasumber menjawab, "suka dan duka yang aku alamin sewaktu MOS, sukanya ya bisa saling kenal. Tetapi, dukanya yaitu pada saat saya ditunjuk oleh kakak osis untuk maju kedepan".

Begitulah sedikit pengakuan dari salah satu peserta MOS. Selain itu, banyak orang - orang yang juga mengaku bahwa MOS seharusnya tidak mesti mengadakan tradisi memakai atribut - atribut aneh seperti memakai tas yang terbuat dari karung, memakai topi dari karton, memakai kaus kaki yang berbeda dan hal - hal aneh lainnya. Karena menurut mereka, semua tradisi tersebut sama sekali tidak mengandung nilai manfaat,
Sekian postingan dari saya. Tunggu postingan saya yang selanjutnya ya! Syukron...