assalamualaikum akhi dan ukhti :D
Sekian berbulan - bulan saya gak nge-post, akhirnya sempet juga. Kali ini saya mau mempost tentang MOS ( Masa Orientasi Siswa). Apa sih yang terlintas di pikiran ukhti dan akhi ketika mendengar kata MOS? Yapp! mos itu adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menguji mental, kedisiplinan, dan mempererat tali persaudaraan.
Bagi akhi dan ukhti pasti pernah dong ngerasain masa - masa MOS? Kalo saya sih baru pertama kali ngerasain yang namanya MOS karena aku baru aja menjadi siswa di tingkat Junior high school (JHS / SMP) lebih tepatnya di MTS Negeri 33 jakarta. Emang sih yang namanya MOS itu butuh perjuangan. Bukan cuma untuk siswa nya, tapi juga untuk kakak - kakak senior (OSIS) yang harus sabar menghadapi prilaku peserta MOS, begitupun guru - guru yang harus memantau dan mengawasi semua kegiatan MOS yang diselenggarakan dari hari pertama sampai berakhirnya acara tersebut.
di berbagai sekolah tingkat SMP, SMA, maupun perguruan tinggi seringkali ada yang tidak mencantumkan sebuah makna MOS itu sendiri kedalam kegiatan MOS tersebut. Pernah kan akhi dan ukhti melihat di sekolah- sekolah lain kalo kegiatan mos biasa dilakukan untuk menjaili peserta mos? Pasti sering ya! Sebenarnya kegiatan menjaili itu tidak bagus friend. Selain menimbulkan dendam bagi peserta mos, hal ini juga tidak berguna. Kan lebih baik kalo kegiatan mos diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, misalkan menghafal surah - surah al-quran.
Sempat saya mewawancarai salah satu peserta MOS berinisialkan FA. Saat saya mengajukan pertanyaan tentang MOS seharusnya seperti apa, berikut pengakuannya.
"Sebenernya sih menurut aku, MOS tuh lebih enak dilakuin kalo tidak ada tradisi mengerjai peserta MOS nya". Sedikit pengakuan narasumber.
Kemudian saya mengajukan pertanyaan selanjutnya tentang suka dan duka yang dialaminya saat penyelenggaraan MOS, narasumber menjawab, "suka dan duka yang aku alamin sewaktu MOS, sukanya ya bisa saling kenal. Tetapi, dukanya yaitu pada saat saya ditunjuk oleh kakak osis untuk maju kedepan".
Begitulah sedikit pengakuan dari salah satu peserta MOS. Selain itu, banyak orang - orang yang juga mengaku bahwa MOS seharusnya tidak mesti mengadakan tradisi memakai atribut - atribut aneh seperti memakai tas yang terbuat dari karung, memakai topi dari karton, memakai kaus kaki yang berbeda dan hal - hal aneh lainnya. Karena menurut mereka, semua tradisi tersebut sama sekali tidak mengandung nilai manfaat,
Sekian postingan dari saya. Tunggu postingan saya yang selanjutnya ya! Syukron...
0 komentar:
Posting Komentar